Jumat, 05 Agustus 2016

Penjelasan tentang IP Address,jenis jenis routing ,DNS,dan NAT

Kali ini saya akan menjelaskan tentang IP Address,jenis jenis routing,DNS,dan NAT


v  IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.


IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.

Kelas Ip Address


KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id,kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.



KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191


KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223

KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255

KELAS E,  memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.
Mengapa perlu diberikan IP Address pada perangkat dalam sebuah jaringan? Menurut saya apa bila sebuah perangkat (interface) tidak diberikan ip addres maka komputer dengan komputer yang lainnya tidak akan terhubung ke jaringan
v  Jenis Jenis Routing

Routing memiliki 3 jenis konfigurasi yaitu: Minimal Routing yaitu proses routing sederhana pada area lokal saja, Static Routing, dan Dynamic Routing.

Routing Static

Routing Static adalah salah satu cara untuk membuat table routing secara manual. Routing static bersifat statik, tidak berubah-rubah dan diset oleh user/pengguna.

Pada Routing statik
§  Router tidak berbagi informasi routing.
§  Jumlah gateway terbatas.
§  Routing tabel dibuat manual.

Cara kerja 
routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian
§  Jaringan yang mengkonfigurasi router.
§  Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing.
§  Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data.
Seorang administrator harus mengunakan perintah ip.route scara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.

Keuntungan routing statis :
§  Beban kerja router terbilang ringan dibandingkan dengan routing dinamis. Karena router hanya mengupdate sekali saja ip table yang ada. (pada saat di konfigurasi)
§  Pengiriman paket data yang lebih cepat karena jalur-jalur (path) sudah di ketahui terlebih dahulu.
§  Analisa kesalahan pada topologi jaringan lebih cepat diketahui.
§  Jalur routing mudah diprediksi
§  Tidak membutuhkan proses update routing table.
§  Mudah dikonfigurasi untuk network kecil.
Kerugian routing statis :
§  Harus tau semua alamat IP network yang akan di kenalkan atau dituju beserta next hoopnya (jalur yang akan dilewati).
§  Tidak cocok untuk network berskala besar.
§  Tidak dapat beradaptasi terhadap penambahan router karena konfigurasi pada tiap router harus dirubah.
§  Tidak dapat beradaptasi terhadap munculnya link failure pada salah satu jalur.


    Routing Dynamic

    Routing Dynamic adalah routing yang memanfaatkan suatu algoritma sehingga perangkat router dapat menentukan jalur routingnya secara otomatis, dengan cara menjelajah jaringan tersebut dan bertukar informari routing antar router.

Pada Routing dinamik
§  Router berbagi informasi routing secara otomatis
§  Jumlah gateway sangat banyak.
§  Routing tabeel dibuat secara dinamik.
§  Membutuhkan protokl routing seperti RIP atau OSPF
Keuntungan routing dinamis :
§  hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya (kaki-kakinya).
§  Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada.
§  Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router mengkonfigurasi. Hanya router-router yang berkaitan.
§  Scalability: konfigurasi dilakukan secara dinamis apabila terdapat penambahan/pengurangan router.
§  Adaptability: rute dapat berubah secara adaptif terhadap adanya link failure.
Kerugian routing dinamis :
§  beban kerja router lebih berat karena selalu memperbarui ip table pada setiap waktu tertentu.
§  kecepatan pengenalan dan kelengkapan ip table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router sampai ada yang cocok. Sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat ip yang ada.
§  Kompleksitas algoritma routing meningkat. Router menentukan rute berdasarkan, misalnya: bandwidth yang tersedia, jalur terpendek, dll.
§  Router harus saling bertukar informasi routing secara periodik.
§  Tidak semua router mendukung dynamic routing.

   Routing protokol adalah berbeda dengan router protokol. Routing protokol adalah komunikasi antara router2. Routing protokol mengijinkan router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki tabel routingnya. seperti pada contoh dibawah ini.

Ada beberapa routing dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan :
§  Routing Information Protocol (RIP) 
§  Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) 
§  Open Shortest Path First (OSPF)   
§  Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)

v  Penjelasan tentang DNS
Domain name system atau yang biasa disingkat dengan DNS merupakan sebuah sistem yang berfungsi menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP. Jadi, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server yang kemudian dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS .

Sebagai contoh, ketika anda mengetikkan sebuah alamat suatu website misalkan :detik.com, maka DNS akan menterjemahkannya ke dalam alamat IP : 203.190.242.69agar dapat dimengerti oleh komputer.

DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang terhubung pada internet seperti web browser maupun pada sebuah layanan email. Selain itu, DNS juga dapat di terapkan pada private network maupun intranet. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki oleh DNS :
Dengan menggunakan DNS, pengguna tidak perlu lagi menghafalkan alamat IP dari sebuah komputer maupun situs pada jaringan internet. Cukup menghafalkan host name atau nama domainnya saja. Bisa jadi alamat IP pada sebuah komputer bisa berubah, tetapi host name (nama komputer) tidak dapat berubah. Maka dari itu, DNS cenderung konsisten.
DNS sangat mudah di implementasikan dengan protocol internet seperti TCP/ IP.
Bagaimana cara kerja DNS
Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server DNS.
Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer kita.
cara kerja DNS

Dari gambar di atas, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS sebagai berikut :
1.      DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
2.      DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
3.      DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
4.      Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
5.      Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
6.      Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan.

Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas.
Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.  

v  Penjelasan tentang NAT
NAT (Network Address Translation) atau Penafsiran alamat jaringan adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.
NAT merupakan salah satu protocol dalam suatu sistem jaringan, NAT memungkinkan suatu jaringan dengan ip atau internet protocol yang bersifat privat atau privat ip yang sifatnya belum teregistrasi di jaringan internet untuk mengakses jalur internet, hal ini berarti suatu alamat ip dapat mengakses internet dengan menggunakan ip privat atau bukan menggunakan ip public, NAT biasanya dibenamkan dalam sebuah router, NAT juga sering digunakan untuk menggabungkan atau menghubungkan dua jaringan yang berbeda, dan mentranslate atau menterjemahkan ip privat atau bukan ip public dalam jaringan internal ke dalam jaringan yang legal network sehingga memiliki hak untuk melakukan akses data dalam sebuah jaringan.
TIPE-TIPE NAT
NAT atau Network Address Translation memiliki dua tipe, yaitu :
·         NAT Tipe Statis
·         NAT Tipe Dinamis

Pengertian NAT Tipe Statis
Static NAT atau NAT statis menggunakan table routing yang tetap, atau alokasi translasi alamat ip ditetapkan sesuai dengan alamat asal atau source ke alamat tujuan atau destination, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran data dalam suatu alamat ip bila translasi alamat ipnya belum didaftarkan dalam table nat. Translasi Static terjadi ketika sebuah alamat lokal (inside) di petakan ke sebuah alamat global/internet (outside). Alamat local dan global dipetakan satu lawan satu secara statik. NAT secara statis akan melakukan request atau pengambilan dan pengiriman paket data sesuai dengan aturan yang telah ditabelkan dalam sebuah NAT .
1
·         Pengertian NAT Tipe Dinamis
NAT dengan tipe dinamis menggunakan logika balancing atau menggunakan logika pengaturan beban, di mana dalam tabelnya sendiri telah ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahannya, NAT dengan tipe dinamis pada umumnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu NAT sistem pool dan NAT sistem overload.
·         Pengertian NAT Sistem Pool
NAT dengan sistem pool atau kelompok menggunakan sebuah tabel NAT dengan logika dinamis, dimana logika yang ditanamkan dalam NAT tersebut pada umumnya merupakan logika Fuzzy atau jika lambang yang nilai translasinya belum pasti, dimana dalam sistem pool, suatu request belum tentu akan melewati jaringan yang sama bila melakukan request yang sama untuk kedua kalinya, Translasi Dinamik terjadi ketika router NAT diset untuk memahami alamat lokal yang harus ditranslasikan, dan kelompok (pool) alamat global yang akan digunakan untuk terhubung ke internet. NAT dengan sistem pool biasanya sering dimanfaatkan untuk melakukan balancing atau penyeimbangan beban pada jaringan.
·         Pengertian Nat Sistem Overload
NAT dengan sistem Overloading menggunakan logika dimana request atau permintaan dari banyak client atau banyak alamat dioperkan atau diberikan ke satu alamat ip distribusi. Sejumlah IP lokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Sejumlah IPlokal/internal dapat ditranslasikan ke satu alamat IP global/outside. Hal ini sangat menghemat penggunakan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menghemat penggunaan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama satu alamat IP ini menggunakan metoda portmultiplexing, atau perubahan port ke packet outbound. Penggabungan sistem overloading dan sistem pool telah dilakukan oleh banyak produsen router dan menghasilkan logika yang banyak digunakan untuk load balancing saat ini yaitu Round Robbin Load Balancing, dimana logika ini melakukan pengiriman request secara berurutan, secara bergantian ke alamat gateway yang telah ditanamkan dalam tabel NAT sebelumnya, sehingga suatu multireuest dari sebuah alamat ip dapat melalui lebih dari satu alamat distribusi, penerapan ini dapat dilakukan dalam penggunaan DualWan Router, selain itu logika ini juga memiliki logika Fail Over, dimana bila suatu alamat distribusi tidak dapat lagi mengirimkan paket maka paket akan dialihkan ke alamat distribusi yang lain.

5 buah contoh soal perhitungan subnetting,beserta penjelasannya

1.
100.100.100.72/28
Subnet Mask = 11111111.11111111.11111111.11110000 = 255.255.255.240
2ˣ – 2 = 16 – 2 = 14            , ˣ adalah nilai bit nol dari jumlah 32 bit net mask,
                                                jadi jumlah IP Total adalah 16 dan IP Host adalah 14.
0 + 14 = 14
14+ 14 = 28
28+ 14 = 42
42+ 14 = 56
56+ 14 = 70
70+ 14 = 84-1=83


IP Network                 = 100.100.100.70
IP Broadcast               = 100.100.100.83

2.
10.10.10.1/29
Subnet Mask = 11111111.11111111.11111111.11111000 = 255.255.255.248
2ˣ – 2 = 8 – 2 = 6            , ˣ adalah nilai bit nol dari jumlah 32 bit net mask,
                                                jadi jumlah IP Total adalah 8 dan IP Host adalah 6.
0 + 6 = 6-1 = 5 

IP Network                 = 10.10.10.0
IP Broadcast               = 10.10.10.5

3.
8.8.8.8 /30
Subnet Mask = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.251
2ˣ – 2 = 4 – 2 = 2            , ˣ adalah nilai bit nol dari jumlah 32 bit net mask,
                                                jadi jumlah IP Total adalah 4 dan IP Host adalah 2.
0 + 4 = 4
4 + 4 = 8
8 + 4 = 12 - 1 =11

IP Network                 = 8.8.8.8
IP Broadcast               = 8.8.8.11

4.
200.100.10.82/29
Subnet Mask = 11111111.11111111.11111111.11111000 = 255.255.255.248
2ˣ – 2 = 8 – 2 = 6            , ˣ adalah nilai bit nol dari jumlah 32 bit net mask,
                                            jadi jumlah IP Total adalah 8 dan IP Host adalah 6.


0 + 8 = 8                   40 + 8 = 48              80 + 8 = 88 – 1 = 87
8 + 8 = 16                  48 + 8 = 56
16 + 8 = 24                 56 + 8 = 64
24 + 8 = 32                 64 + 8 = 72
32 + 8 = 40                 72 + 8 = 80
IP Network             = 200.100.10.80
IP Broadcast           = 200.100.10.87

5.
192.168.1.50/30
Subnet Mask = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
2ˣ – 2 = 4 – 2 = 2            , ˣ adalah nilai bit nol dari jumlah 32 bit net mask,
                                            jadi jumlah IP Total adalah 4 dan IP Host adalah 2.
0 + 4 = 4                      28+ 4 = 32
4 + 4 = 8             32+ 4 = 36
8 + 4 = 12     36+ 4 = 40
12+ 4 = 16     40+ 4 = 44
16+ 4 = 20     44+ 4 = 48
20+ 4 = 24     48+ 4 = 52-1= 51
24+ 4 = 28

IP Network                 = 192.168.1.48
IP Broadcast               = 192.168.1.51










Tidak ada komentar:

Posting Komentar